Backpackers to KL-Malaysia (part2)
04 Maret 2015
Hari ini full jalan-jalan di KL yang jauh-jauh. kenapa dibilang jauh? karena memang letaknya ga berada di pusat kota KL, Ibarat kata tuh kayak ke Jakarta itu KL dan ini kami akan menuju ke Bogor dan Puncak gitu
Kami udah janji untuk bangun pagi dan siap-siap berkelana, setelah sarapan di hotel kami berjalan sekitar 5menit ke Bukit Bintang Monorail Station untuk menuju ke KL Sentral. dan lagi-lagi jiwa noraknya mulai, karena kita harus beli tiket itu sendiri (Vending Machine). dan lucunya adalah tiketnya bukan model ATM kayak disini, yang akan keluar itu justru kayak uang receh Rp. 1000 (yang gue takutin adalah ilang!!! soalnya kayak receh banget dan warnanya coklat kalau ga salah). koinnya jangan sampe ilang ya, karena keluar harus masukin koin itu ke pintu keluarnya (macam Tap)
Tips 8: Searching tentang destinasi itu penting. mulai dari pengalaman orang di blog sama ke situs resmi pemerintah. biar tau keadaan disana, mau ngapain disana, berapa lama disana, sampai naik apa menuju kesana. biar tau ambil langkah abis dari A ke B ke C sampai selesai
Tips 9: setiap negara punya budayanya masing-masing, jiwa CL jangan dibawa yaa. karena dari pengalaman bangku baik di monorail sampe kereta kalau untuk 3 orang memang hanya diduduki 3 orang, ga kayak di Indonesia yang di empet-empetin biar jadi 4 orang. intinya sih malu
Tips 10: jangan malu untuk bertanya, tapi lebih baik dan aman sih tanyanya ke petugas, biar lebih percaya aja
Sepanjang perjalanan kurang lebih ada 5 pemberhentian dan pemberhentian KL sentral itu yang terakhir (CMIIW), namanya aja udah KL Sentral, otomatis itu udah kayak pusatnya transportasi gitu kali ya soalnya disana itu ada LRT, Kereta, Monorail hingga Bus jadi banyak macem, banyak orang, banyak bule dan banyak makanan(?)
![]() |
waiting train to Batu Caves at KL Sentral |
Sedikit norak, Monorail akan berhenti atau nyambung ke sebuah Mall cukup elite gitu (lupa nama Mall-nya) dan menurut saya ini adalah cara terbaik untuk ajang pariwisata dan hemat tempat sih
Tujuan utama kita adalah Batu Caves, dan kami naik kereta biasa buat kesana dengan harga sekitar 2RM. hmm keretanya sih hampir mirip dengan Commuterline Indonesia, cuma dia lebih bagus aja dari luar dan kalau ga salah itu ada 2 macem tempat duduk. macam hadap-hadapan dan yang sendiri-sendiri gitu dan lucunya gerbong cewenya itu ada di tengah (soalnya hampir salah masuk waktu itu). ya tetep disepanjang jalan saya dan yang lain itu foto-foto sampai bahas apa aja yang bisa diketawain, sampe orang dikereta yang saat itu sih sepi ikutan pada ketawa (karena masih ngertilah yang kita bahas itu apa kan bahasanya ga beda jauh)

Perjalanan kurang lebih 20 menit dan sesampainya disana menurut saya sepiiii karena memang hari biasa sehingga masyarakat lokal dan turis juga ga banyak. Batu Caves sendiri merupakan sebuah Goa yang dipakai untuk umat Hindhu untuk beribadah. tapi untuk mencapai Goa atau Batu Caves nya itu naik tangga yang panjanggg bangetttt. banyak monyet dan burung merpati (so, hati-hati barang bawaan kalian ya karena monyetnya agak sedikit anarki kalau menurut gue)
Karena tempat ibadah orang hindhu dan memang masyarakat Malaysia banyak yang keturunan India, jadi banyak dari mereka yang dagang juga disana. umumnya sih jualin barang-barang ibadah dan pernak-pernik juga. di Batu Caves juga ada beberapa patung yang mereka anggap dewa (CMIIW). pokoknya saya pribadi betul-betul merasa kekentalan umat Hindhu dan masyarakat keturunan India sangat kental disana.
![]() |
di Goa, Batu Caves |
Setelah berhasil menaiki anak tangga yang banyak itu (dan saya mendapat berkat kalau anggapan beberapa orang adalah kejatuhan tai burung dikepala, jadi ada drama-drama beresin dulu dan ngeluh capek gitu) kita akan menemukan layaknya sebuah Goa (yaiyalah) jadi dibeberapa sudut Goa ada sebuah tempat untuk berdoa kayaknya (CMIIW) dan beberapa patung yang umat Hindhu segani pokoknya. saya ga sempat sampai ke ujungnya karena capek, tapi menurut saya memang layaknya sebuah Goa dan banyak sudut yang dipakai untuk patung dan tempat ibadah gitu, jadi ga berani terlalu dekat atau "bertingkah". disana kami sekitar 2 jam menghabiskan waktu untuk keliling dan foto-foto. karena mengejar waktu untuk ke destinasi lain
Tips 11: Hargai budaya dan kepercayaan orang dengan tidak bertingkah sesuka hati dan menggunakan pakaian sopan yang senyaman mungkin, apalagi destinasi yang dituju itu tempat ibadah
Tips 12: selalu berjaga-jaga dan saling care dengan partner perjalanan. karena akan banyak menemukan banyak tawaran untuk guide A,B,C dan barang oleh-oleh atau apalah
Tips 14: Di KL masih sedikit nemu tempat makan yang jual Nasi, bahkan McD disana juga ga ada, jadi lidah indo-nya ditinggalin bentar deh, biar ga kelu dengan lidah negara tujuan
Akhirnya kami memesan tiket kembali tiket kereta menuju KL Sentral. setibanya disana kami makan siang di McD disana sekitar 12RM. setelah selesai, kami berencana untuk pergi ke Genting Highland menggunakan bus, namun sangat disayangkan, kita ga tau jadwal bus-nya sehingga ketinggalan, kalaupun ada lagi harus tunggu sekitar 1-2jam dan takut kemaleman sampai sana, alhasil kami tawar-menawar dengan Taxi disana untuk diajak keliling dahulu sebelum diantar ke Genting Highland
![]() |
di depan istana Malaysia |
Dengan harga 115RM/6 orang kami membayar sang Uncle (yang lupa namanya), karena sesuai perjanjian dia mau untuk antar kita ke Istana Malaysia dahulu. sepanjang jalan sang Uncle cerita banyak dan menurut saya beliau orangnya asik tapi sering diselipi kalimat-kalimat marketing. sampai di Istana, kami hanya foto-foto dari luar dan ga lama karena betul-betul kejar waktu.
Setelah itu kami diajak ke sebuah toko tentang pembuatan perak yang dijadikan berbagai macam alat mulai dari kalung sampai gelas, ditoko itu dikasih minum menggunakan peraknya, diceritain tentang pembuatan dan sedikit ga ngerti karena mbak-mbak-nya kaya menghafal bukan menjelaskan dan berujung ke akhir penjelasan yaitu sebuh ruangan dengan beberapa penjaga yang siap menawarkan barang-barang tersebut
![]() |
diatas Skyway saat pulang (turun) |
Selesai dari situ, kami diajak uncle ke toko coklat di Gentong, disini saya belanja coklat untuk oleh-oleh sekitar 38RM terdiri dari 4 dus kecil coklat. dannnn sampailah kami ke Skyway yang merupakan salah satu transportasi yang dipakai menuju Genting dengan harga 18RM. jadi Skyway itu semacam kereta gantung atau Gondola gitu tapi sedikit berbeda karena jarak tempuh yang jauh dan menanjak. sekitar 20 menit diatas. kebayang dong gimana harus menahan takut liat kebawah dan mencoba untuk ga banyak karena takut jatuh (haha)

Secara garis besar, Genting itu merupakan sebuah tempat kayak diatas gunung (CMIIW) yang dingin, tinggi dan menjadi salah satu tempat Casino yang terkenal. jadi banyak banget hotel (karena umumnya orang kesana ga PP) dan Mall dengan banyak permainan didalamnya. karena udah terlalu sering ngiter-ngiter Mall di Jakarta, jadi kami biasa aja sih disana. palingan foto-foto yang langsung liat awan gitu dan abis itu nge McD dan Starbucks
Disana kami menghabiskan waktu sampe malem, sekitar jam 5 sore kami turun naik Skyway dan menunggu bus untuk ke KL Sentral lagi untuk ke Bukit Bintang Monorail dan menuju hotel. Bus yang ini sedikit mahal dibandingkan bus dari bandara karena lebih mewah. untuk harganya ga inget, pokoknya ongkos PP untuk ber-6 sekitar 107,8RM
Tips 15: siapin uang receh yang banyak untuk toilet ataupun untuk bayar transportasi disana. dan ingat! uangnya jangan dilipet-lipet kayak di Indonesia ya, karena ga mau diterima dan ga bisa masuk di mesin tiket
Tips 16: kalau ke Genting, siapin nyali untuk naik Skyway bagi yang takut ketinggian, siapin jaket atau apalah yang hangat (apalagi siapin pacar buat siap meluk ya, ehh!!) dan obat-obatan pribadi karena dinginnya menurut saya lebih parah daripada di Puncak atau di daerah Karo, SUMUT
Bersambung...
Komentar
Posting Komentar